Suatu hari, saya dapati istri saya mengalami sesak yang hebat, sepulang kerja. Setelah bertanya sana-sini, tahulah saya kalau dia mengalami serangan asma akibat terperangkap di dalam bis kota ber-AC. Dimana sopir dan beberapa orang penumpang menghisap rokok. Betapa tersiksanya dia selama dalam perjalanan. Mau protes? Tidak bakalan digubris. Lha, wong 'pilot' bis yang memberi contoh. Selama dalam perjalan, istri saya hanya dapat menggerutu dengan menahan kegondokan di dalam hati. Secara patofisiologi, serangan asma dapat dipicu oleh berbagai hal salah satunya adalah asap rokok. Dan keadaan psikis yang tidak nyaman dapat memperberat serangan tersebut. Selama ini serangan asma istri saya, jarang berbangkit. Pasalnya,di rumah kami banyak pepohonan dan jauh dari polusi apalagi asap rokok. Alhamdulillah, kami tergolong orang yang anti rokok. Jika ada tamu atau tukang (umumnya perokok) yang sedang bekerja di rumah kami, maka kami menegurnya dengan bijak agar tidak merokok. Jika mereka tidak mau, apa boleh buat, kami putus hubungan kerja.
Seorang klien, laki-laki berusia 55 tahun datang dengan betuk dan sesak dan dengan suhu badan yang tinggi. Setelah saya periksa dan rongent, bapak itu mengalami bronchitis kronis akibat penyakit paru obstruksi kronis. Dalam wawancara terungkap bahwa bapak ini telah merokok sejak duduk dibangku kelas 2 SMP sewaktu menetap di desa dan baru berhenti merokok di usia 50 tahun, setelah serangan batuk dan sesak acapkali menyambanginya. Bapak itu mengungkapkan pula kalau akhir-akhir ini dia sering keluar masuk rumah sakit untuk berurusan dengan masalah bengeknya ini. Kebetulan bapak ini tetangga saya dan sering shalat berjemaah di mesjid. Dari jarak satu atau dua meter suara bengeknya dapat di dengar. Nampak dia sangat tersiksa dengan penyakitnya,sampai-sampai dia shalat sambil duduk. Untungnya bapak tsb tergolong orang berada sehingga masalah finansial berobat tidak ada problem.
Insiden perokok
Fatwa rokok haram telah bergulir dan kontroversi pun bergaung. Suara pro dan kontra bersahut-sahutan. Sah-sah saja fenomena tersebut Dan terlepas dari kotroversi tersebut,penulis ingin memaparkan fakta-fakta begitu seriusnya masalah rokok ini. Sadar atau tidak rokok amat merugikan baik dari sumber daya manusia,kesehatan dan ekonomi.Tapi sebelum penulis membahas dampak negetif tersebut. Ada baiknya penulis menyodorkan jumlah agka perokok di Indonesia. Laporan WHO, ternyata Indonesia negara yang kita sama-sama cintai ini mendapat peringkat nomor tiga jumlah perokoknya di dunia dan peringkat ke satu di tingkat Asean. Kita bandingkan saja dengan Negara China jumlah perokoknya hanya 350 juta dari jumlah penduduknya yang miliaran itu, bila diprosentase berkisar 53%. Begitu pula dengan India sekitar 29% dengan jumlah perokoknya 120 juta. Nah, bagaimana dengan Indonesia? Jumlah perokok ada 62 juta delapan ratus ribu orang. Bila diprosentasekan sekitar 69,0%. Cukup tinggi bukan? Dan yang lebih memiriskan hati adalah merokok tidak mengenal usia, strata pendidikan, sosial dan agama serta etnis. Merokok sudah merambah ke mana-mana. Dari bocah sampai kakek-kakek, dari murid SD sampai profesor, dari yang nganggur sampai pekerja, dari yang beragama sampai yang tidak punya agama dan dari etnis ini-itu sampai etnis apa saja, pria dan wanita, dapat dipastikan mengkonsumsi rokok. Khusus dikalangan pelajar mencapai angka 12,77% anak SD telah merokok. Sungguh sangat memprihatinkan jika melihat anak-anak pelajar kongkow-kongkow di tepi jalan saat jam pelajaran sambil mengihsap rokok. Dan itu bukanlah pemandangan yang aneh, malah merupakan hal yang wajar-wajar saja. Lebih jauh lagi, diangap wajar adalah momen-momen seperti olah raga justru sponsornya adalah rokok. Suatu hal yang kontradiktif. Di satu pihak olah raga untuk menyehatkan tubuh di pihak lain rokok merusak tubuh. Dan lebih membuat penasaran adalah walaupun jelas-jelas pada iklan rokok telah dicantumkan bahaya rokok sampai menimbulkan impotensi, tapi toh para lelaki perokok tidak menggubrisnya. Kalau begitu apa sebabnya rokok membuat ketagihan?Mengapa rokok membuat ketagihan?
Penulis sering memberi advis kepada pasen agar berhenti merokok dengan berbagai saran. Apa jawab sang pasen? Susah dok! Malah ada yang berujar begini: “Saya lebih baik tidak makan dari pada tidak merokok! “ suatu jawaban yang telak. Lantas,apa masalahnya sehingga perokok merasa begitu tergantung dengan rokok? Jawabannya adalah Nikotin! Nikotin adalah biang keroknya sehingga seorang perokok kecanduan. Mekanismenya dapat ditulis secara ringkas sebagai berikut: Rokok yang dihisap dalam hal ini nikotin akan masuk ke sirkulasi darah otak,di otak akan diserap oleh suatu reseptor sehingga merasangkan pelepasan suatu zat kimia yaitu Dopamin. Dopamin ini akan menimbulkan rasa nyaman,tapi hanya dalam sesaat saja. Setelah itu rasa nyaman berkurang dan pada gilirannya menimbulkan efek dan siklus ketagihan.
Amunisi terselubung
Pelajar bercelana pendek biru putih dengan asyiknya menghirup dalam-dalam rokok kretek, yang terselip lekuk jemarinya. Wajahnya kusam dan serius, nampak lebih tua dari usainya. Begitulah pemandagan yang sering penulis saksikan, setiap hari. Anak-anak belia itu tampaknya tidak menyadari kalau mereka telah menanam amnusi kedalam tubuhnya. Ada ribuan racun zat kimia yang terkandung di dalam sebatang rokok. Tapi dari ribuan tersebut ada tiga yang dikenal masyarakat yaitu Nokotin,Tar dan Carbon monoksida. Nikotin penyebab adiksi. Bahkan kecanduan nikotin lebih berat dibanding kencanduan yang ditimbulkan oleh kokain dan heroin sekalipun. Sehingga angka ketergantungan nikotin pun melebihi heroin dan kokain. Menurut hemat penulis,antara heroin,kokain dan rokok adalah beda tapi sama. Sama-sama merusak,bedanya,cuma dalam hal waktu. Kalau efek buruk kokain dan heroin seketika,maka rokok efeknya timbul dalam waktu lama. Tar adalah zat untuk membuat aspal jalan. Dalam waktu lama akan membuat paru-paru perokok mengeras dan berwarna hitam. Sedangkan CO di dalam darah lebih disukai oleh Hb dari pada oksigen. Akibatnya tubuh perokok kekurangan pasokan oksigen.
Penyakit-penyakit yang dapat timbul akibat merokok yaitu kanker paru, penyakit jantung dan penyakit paru obstruktif menahun dapat berupa; bronchitis kronik,TBC, dan Asma. Ironisnya,ternyata perokok pasif lebih berisiko, misalnya lima kali resikonya menderita TBC dari pada perokok aktif. Begitu juga dengan kaker paru berbanding dengan
lama perokok pasif kontak dengan perokok aktif dan banyaknya jumlah rokok yang dikomsumsi perokok aktif.
Bagaimana dengan angka kematian yang berhubungan dengan rokok? Survey 1993 di US, dari data penyakit kanker paru berjumlah 170.000 orang dan yang meninggal sekitar 28% diatas presentase penyakit kanker jenis lain seperti kanker payudsara,kanker prĂ³stata dan ususu besar. Penyebab utama kanker paru adalah asap rokok karena asap rokok mengandung zat karsinogenik yaitu Nitro-nor-nocotine,Vinyl chloride dan Benzo(a)pyrenes. Itu berita buruk dari merokok. Berita baiknya adalah berhenti merokok dapat mencegah/menunda angka kematian yang jauh lebih banyak dari pada penurunan tekanan darah dan colesterol. Namun ada yang berpendapat rokok itu bukan najis dan tidak ada orang yang merokok langsung mati. Pendapat ini tidak salah. Tapi perlu diketahui adalah dampak buruk rokok butuh waktu, butuh lonceng kematian. Satu titik pena sel kanker saja yang jumlahnya jutaan itu,memerlukan waktu sekitar 1-5 tahun. Oleh karena itu lebih cepat berhenti merokok, adalah lebih baik.Sebab berhenti merokok pada usia berapapun meningkatkan harapan hidup.
Bagaimana dengan kerugian ekonomi? idem dito,merugikan. Seperti contoh pada kasus bapak di atas,telah merokok sejak kelas 2 SMP,usia 13 tahun dan di usia 55 tahun baru berhenti. Itu artinya total 42 tahun bapak itu merokok. Bila dalam sehari habis sebungkus yang rata-rata Rp. 5.000,- dalam sebulan Rp.150.000, dalam setahun Rp.150.000,-x 12 = rp.1.800.000,x24 = Rp.43.200.000,- plus bonus penyakit bengek. Menyedihkan,bakar wang dapat bonus penyakit.!
Kemudian, apa hubungannya dengan sumber daya manusia? Ada! Jika para perokok mau merenung sejenak. Barapa banyak anak balita yang kekurangan gizi akibat rokok? Banyak! Sejumlah balita sebagai generasi penerus bangsa yang kekurangn gizi akibat uang belanja ibunya dipakai untuk membeli rokok bapaknya. Terpaksa si ballita tidak mendapat menu bergizi demi rokok bapaknya. “Kasihan bapaknya anak-anak pusing kalau tidak merokok. Diakan yang cari wang“, begitu komentar seorang ibu yang dimuat dalam salah satu koran ibu kota. Jika sehari Rp. 7.500,- untuk membeli sebungkus rokok. Nilai ini dapat membeli ¼ liter beras, sebutir telur, seikat sayur, sepotong tempe dan satu buah jeruk. Asal belinya dipasar tradisional jangan di mall. Saya jamin balita tidak akan kekurangan gizi. Bagaimana dengan susu balita? Lebih baik para ibu memberi ASI anaknya selama 2 tahun. Balita sehat, maka terbentuklah generasi penerus bangsa yang cerdas dan kuat. Apa makna logika ini? Maknanya adalah di Indonesia ini banyak orang yang memiskinkan dirinya dan mensengsarakan balitanya akibat rokok. Belum lagi ibu hamil yang merokok, jelas amat buruk terhadap perkembangan janinnya. Dan 80% perempuan perokok tetap merokok saat hamil. Sangat disesalkan!
Manusia dzolim
Siapakah manusia dzolim itu? Perokok aktif! Coba anda hayati dua kasus diawal tulisan ini. Kasus pertama si perokok mendzolimi orang lain. Akibat asap rokok lingkungan sekelilingnya terpolusi sehingga membuat orang di sekitarnya sesak napas dan penderita asma kambuh. Bersyukur sesaknya tidak akut. Bagaimana jadinya bila serangannya akut dan berat dan menjadi serangan status asmatikus (penderita hanya dapat sembuh bila di rawat di RS) atau sampai meninggal. Di dalam bis ditengah perjalanan dan tidak diberi pertolongan pertama . Bagaiamana jadinya? Apakah si perokok dapat diajukan ke meja hijau? Karena tidak dapat menahan syahwat merokok membuat oranglain menderita? Bahkan istri saya mendapat cerita dari temannya yang menjabat direktur perusahaan besar bila salah seorang stafnya mati gara-gara masuk ke dalam ruangan kerja ber-AC rekannya yang sedang merokok, asma si staf langsung kumat parah dan nyawanya tidak tertolong. Staf perokok itu langsung berhenti merokok dan depresi karena menanggung rasa bersalah yang mendalam. Pada kasus kedua, si perokok menderita akibat ulahnya sendiri. Dalam 45 tahun merokok di penghujung usianya, bapak itu menderita penyakit paru kronis yang membuat dia tersiksa. Dari kedua kasus ini, maka pertanyaan dan jawaban di awal paragraf ini terjawab sudah. Oleh karena itu jangan ada diantara kita yang menyamakan rokok dengan gula. Hanya untuk tidak mengharamkan rokok. Tapi ada lagi pendapat yang lebih konyol. Rokok tidak diharamkan, bila dalam situasi tertentu. Seperti, si perokok bertambah sakit jika dia berhenti merokok. Ini,mah bukan sakit, melainkan ketagihan. Bila diberi rokok, sama saja menambah buruk kondisinya. Bukankah ini sama saja dengan pecandu narkotik yang apabila tidak diberikan narkotik maka kondisinya memburuk yang disebut sakaw. Atau masih adakah opini selain ini? Atau masih belum cukupkah fatwa haram rokok dikeluarkan? Sudah cukup tapi masih setengah hati!
Fatwa MUI setengah hati
Pro dan kontra telah bergulir setelah dikelurkannya fatwa haram merokok oleh MUI. Biasalah, hal ini terjadi di Negara demokrasi seperti Indonesia. Namun diantara kubu pro dan kontra ada lagi satu kubu,yaitu kubu yang menganggap fatwa MUI ini setengah hati. Pasalnya? Kubu ini menganggap fatwa itu tidak tuntas. Hanya mengharamkan merokok bagi kalangan tertentu saja, yaitu bagi perempuan dan anak-anak. .Di sinilah setengah hatinya. Alasannya, kalau mau MUI bisa saja membuat fatwa rokok itu haram. Bagi siapa saja. Karena jelas mudharatnya dan tidak ada manfaatnya. Jika ada manfaatnya, hanyalah soal ekonomi dan pengangguran bagi produsen dan buruh pabrik kretek. Tapi di banding kerugian ekonomi yang ditimbulkan jelas lebih besar. Seorang saja bisa membakar wang sebesar Rp. 43.200.000,-belum lagi biaya untuk berobat dan perawatan. Tentu semakin banyak lagi. Alasan lainnya, dengan fatwa setengah hati ini, akan membuat masyarakat bingung. Dan tetap tidak mendorong untuk tidak merokok,malah sebaliknya. Rokok itu tidak haram bagi laki-laki, hanya haram bagi wanita dan anak-anak. Suatu saat seorang bocah menegur ayahnya agar tidak merokok. “Rokok hanya diharamkan bagi wanita dan anak-anak, Nak! “ jawab si ayah. Nah, jadi bumerang kan. Semoga saja alasan taktis seperti ini, tidak lantas mendorong orang merokok. Sebab tidak ada fatwa saja jumlah perokok meningkat drastis. Apalagi hanya dengan fatwa setengah hati ini. Atau sulitkah untuk berhenti merokok?
Berhenti Merokok
Susah, dok! Begitu jawaban perokok setiap saya menganjurkan untuk berhenti merokok. Sebetulnya,berhenti merokok itu gampang-gampang susah. Gampangnya,kalau ada niat. Niat merupakan solusi mendasar untuk berhenti merokok. Dengan niat kuat,Insya Allah dapat berhenti merokok. Banyak orang yang berhasil berhenti merokok yang saya jumpai, ketika saya tanya apa kiatnya sehingga berhasil berhenti merokok?semuanya menjawab dengan satu kata singkat. Niat! Cara apapun tanpa niat yang kuat akan sulit berhenti merokok. Dengan niat kuat semuanya dapat diatasi, selebihnya, melakukan lagkah-langkah kecil misalnya,menghentikan kebiasaan-kebiasaan merokok saat setelah makan atau ngopi di pagi hari.Atau lakukanlah olah raga. Dan paling baik niatkan berhenti merokok saat di bulan puasa ramadhan. Ada juga cara berhenti merokok dengan mengkomsumsi obat anti rokok. Tapi ini butuh merogoh kocek dalam-dalam. Dan lebih baik lagi jika anda berkonsultasi ke dokter atau tenaga profesional untuk itu.
Susahnya berhenti merokok dimana? Susahnya jika si perokok mengatakan : “Sulit berhenti merokok !“ Jika perokok berkata demikian, itu artinya dia telah menanamkan di otaknya suatu progam sulit berhenti merokok. Dan oleh otak program itulah yang dijalankan. Akibatnya diberi motivasi bagaimana pun tidak akan memberi hasil yang positif. Walaupun konselor memaparkan secara pajang lebar dampak buruk merokok. Artinya apa? Bahwa niat yang kuat itulah solusi yang tepat. Lingkungan hanyalah pendukung keberhasilan. Nah,siapa ingin mencoba? Sialakan berniat karena Allah SWT . Maka anda mendapat dua , satu pahala dan kedua sehat!
Profil Kontributor :
Dr. Suwardi adalah seorang pembicara di berbagai forum kesehatan dan spiritual, terapis pola makan alami, herbalis dan akupunturis. Beberapa buku telah dilahirkannya antara lain Al Quran the Amazing Secret, Solusi Sehat Islami dan The Mystery of Human Organ. Kecintaannya pada pengobatan alami dan banyaknya pasien kanker yang berhasil disembuhkan buah Noni mendorongnya mendalami berbagai riset & literatur mengenai buah Noni sehingga melahirkan buku The Miracle of Noni, menjadikannya salah seorang dokter di Indonesia dengan expertasi pemanfaatan buah Noni untuk kanker. Anda bisa berkonsultasi dengannya melalui yahoo messenger :
atau anda dapat berinteraksi dengan dr. Suwardi melalui form komentar di setiap bagian bawah artikel / tulisan pada website ini. Anda bisa melakukannya dengan login terlebih dahulu dengan login facebook, twitter, yahoo ataupun google.
Daily Video
Statistik komentar
- Recent Posts
- Comments

0 komentar