
TNBB mengandung komponen-komponen yang dibutuhkan untuk menghambat sel-sel kanker bermetastasis dan memberi energi serta membangun sel yang rusak melalui berbagai kandungan aktifnya :
a. Tahitian Noni mengandung Iridoid
Bioaktif Iridoid (asam asperulosida) sebagai antikanker melalui inhibisi transformasi sel kanker mampu bekerja pada tahap genetik dengan menghambat metabolisme DMBA-DNA addcut sebagai zat karsinogenik perusak DNA. Mekanisme ini disebut pula dengan mekanisme sistim enzim DNA repair. Melalui
mekanisme ini Noni mencegah, menghambat kerusakan DNA sekaligus memperbaiki kerusakan DNA melalui regenerasi seluler tubuh. Hasil penelitian in vivo memakai tikus membuktikan efek Noni 10% dalam menghambat kadar DMBA-DNA (kerusakan DNA) mencapai 30% di jantung, 41% di paru-paru, 42% di liver dan 80% di ginjal.
Pada agustus 2011 di acara International Iridoid Research Symposium di Amerika, Dr. Il Moo Dong menyampaikan penemuan baru mekanisme kerja Iridoid dalam menghambat tumorgenesis. Dikenal sebagai Iridoid yang menghambat kerja STAT 3 (Signal Tranducer and
Activation Transcription). Signal dibutuhkan oleh sel-sel untuk berpoliferasi (penggandaan tidak terkendali) dan transformasi (perubahan sel sakit menjadi sel sel kanker)serta tumorigenesis (pembentukan sel tumor). Dengan dihambatnya STAT 3 ini maka pembentukan sel kanker tidak terjadi.
b. Tahitian Noni mengandung Polysacarida
Dalam berbagai riset terbukti polisacarida memiliki efek antikanker. Mekanisme polisacarida dalam melawan kanker adalah dengan cara menghambat molekulnya. Semakin kuat daya hambatnya, seperti sulfat polysacarida yang merupakan molekul besar, menyebabkan tidak stabilnya interaksi antara glucosaminoglycan dengan protein tertentu. Penghambatan ini akan mengurangi kemampuan sel kanker bermetastasis.
Di dalam suatu riset di Medical Research Institute Tokyo, Jepang, yang menyuntikkan zat karsinogen ke tubuh mencit. Setelah empat minggu kemudian, mencit disuntik dengan polysacarida sebabayak tiga kali dalam seminggu selama delapan minggu. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa hanya 44 persen mencit yang mengalami tumor dibanding kelompok kontrol dan usia hidup mencit itu meningkat 150 persen.
c. Tahitian Noni mengandung Antrhraquinon
Antraquinon berkhasiat sebagai anti-radang, anti-bakteri, anti-parasit, dan anti-kanker.
Selain itu, antraquinon meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Damnacantal merupakan sebuah antraquinon yang banyak ditemukan di dalam Tahitian Noni yang memiliki efek menghambat pembentukan sel-sel tumor dalam uji coba dengan mencit. Jenis antraquinon lainnya adalah alizarin juga menyebabkan tumor tidak memperoleh asupan nutrisi sehingga pertumbuhan tumor terhambat. Para peneliti berpendapat bahwa antraquinon berefek menghambat pertumbuhan kanker yang sangat kuat.
d. Tahitian Noni mengandung Epigalocatecin gallate (EGCg)
EGCg adalah antioksidan yang banyak dijumpai pada Noni, bluberry, dan anggur. EGCg zat bioaktif sangat baik untuk membunuh sel kanker. Pada sel kanker, enzim NOX selalu aktif. Sel normal NOX hanya aktif di saat sel membelah sebagai respons hormon pertumbuhan. EGCg
menghambat NOX pada sel kanker, tetapi tidak pada sel normal. Pada sel kanker payudara, EGCg menghambat pertumbuhan sel kanker, tetapi tidak menghambat pertumbuhan sel normal. EGCg membuat sel kanker tidak tumbuh dan berkembang karena terjadi program
apoptosis.
e. Tahitian Noni mengandung Monoterpene
Monoterpen banyak terkandung pada Tahitian Noni. Monoterpen menghambat pertumbuhan sel kanker, baik stadium awal maupun stadium lanjut. Yaitu, dengan jalan menghambat isoprenylasi protein G sel kanker. Monoterpen menghambat pembelahan sel kanker dan menginduksi apoptosis. Monoterpen dapat dijadikan sebagai terapi preventif dan kuratif terhadap sel kanker.
f. Tahitian Noni mengandung Terpenoid
Golongan terpenoid ini adalah eugenol, beta-carotene, dan ursolic-acid. Eugenol lebih berkhasiat sebagai anti-mikroba. Beta-carotene menghambat sel-sel kanker paru, kulit,serviks, prostat, saluran napas, dan saluran pencernaan. Beta-carotene memacu fungsi kelenjar timus, terutama sel-T yang membunuh sel kanker. Dalam suatu riset, National Cancer Institue in Finland menemukan bahwa pemberian beta-carotene dosis sedang dalam waktu lama dapat mengurangi risiko kanker prostat dan menurunkan angka kematian di kalangan perokok. Hasil riset ini dilakukan pada laki-laki berusia 50–69 tahun. Mereka diberikan beta-carotene setiap hari dalam 5–6 tahun. Hasilnya, hanya 32 persen terdiagnosis kanker prostat dan hanya 41 persen yang meninggal karena kanker prostat dibanding dengan laki-laki yang tidak mendapat
beta-carotene.
g. Tahitian Noni mengandung Ursolic acid
Bioaktif ini berefek sebagai anti inflamasi dan anti-kanker. Dalam penelitian terhadap mencit, ursolic acid menghambat tumor kulit. Apabila dibanding makan dengan penghambat kanker asam retinoid, ursuloc acid lebih efektif.
h. Tahitian Noni Menghambat Angiogenesis
Melalui proses angiogenesis, terjadi neovascularisasi yang sangat penting bagi sel kanker. Yaitu, sebagai media untuk pasokan nutrisi sel kanker sehingga sel kanker dapat dengan cepat bertumbuh. Di samping itu, dengan terciptanya pembuluh darah baru, maka sel endothel yang tercipta kian banyak dan diketahui sel endothel ini mensekresi faktor pertumbuhan (growth factor) buat sel kanker. Neovascularisasi juga sebagai sarana selkanker untuk bermetastasis. Angiogensis dikendalikan oleh keseimbangan antara angiogenin (senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikrotumor yang bermanfaat untuk menumbuhkan cabang-cabang pembuluh darah baru) dengan angiostatin (zat kimia yang menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru), dalam hal ini thrombospondin. Produksi thrombospondin diataur oleh gen p53. Pada penyakit kanker, gen p53 mengalami mutasi sehingga produksi thrombospandin berkurang. Akibatnya, sel kanker dengan agresif dapat membentuk pembuluh darah baru. Proses angiogensis dipengaruhi oleh
faktor-faktor yang disekresi oleh sel kanker dan sel radang yang disebut associated-angiogenic factor (TAAF). TAAF banyak jenisnya dan ada dua yang paling penting dalam angiogensis, yaitu basic fibroblast growth factor (bFGF) dan Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF). Berdasarkan fakta ini, mengatasi atau menghambat angiogenesis sel kanker merupakan tujuan terapi yang paling logis untuk menyembuhkan penderita kanker. Itulah sebabnya beberapa industri farmasi memproduksi obat anti-kanker dengan tujuan anti-angiogenesis ini.
I. Tahitian Noni mengandung Epigallokatesingalat = EGCg yaitu antiangiogenesis dengan cara memblokir reseptor perintah pembentukan pembuluh darah baru. Setelah reseptor diblok, perintah untuk membentuk pembuluh darah baru melalui proses inflamasi tidak terbentuk. EGCg merupakan antiangiogenesis yang paling kuat pada sel kanker. Blueberry mengndung zat bioaktif asam elegat yang memeiliki efek antiangiogenesisi dengan menghambat
VEGF (Vascular Endotel Growth Factor) dan bFGF (basic Fibroblast Growth Factor). Bluberry yang terkandung dalam 10% Tahitian Noni juga mengandung antosianidin dan proantosianidin, suatu zat bioaktif yang berefek memaksa sel kanker untuk melakukan bunuh diri atau apoptosis.
J.TNBB Mengaktifkan Enzim Glucopyroinase
− Sebagai growth factor inhibitor
− Stimulasi sitokin
− Mengaktifkan makrofag3 sebagai anti metastasis. Sifat sel kanker adalah tumbuh progresif, infiltratif, invasif, dan destruktif jaringan sekitarnya. Apabila sel-sel kanker tumbuh dan menembus jaringan sekitarnya, dikatakan telah terjadi invasi. Dan, bila sel tumor ganas menyebar jauh dan tumbuh di tempat yang baru, itu disebut tumor metastasis atau tumor sekunder. Penyebaran metastasis ini melalui pembuluh darah (hematogen), pembuluh limfe (limfogen), rongga permukaan tubuh atau transplantasi. Mekanisme metastasis mula-mula sel
kanker mengadakan invasi jaringan di sekitarnya (matriks ekstra seluler). Setelah menembus maktriks, sel kanker berusaha melepaskan diri dari perlekatan antara sel kanker. E-cadherin merupakan zat perekatan antara sel kanker. Bila zat ini berkurang, daya lekat antara sel kanker pun berkurang sehingga potensi metastasis pun meningkat.Demikian pula daya lekat atau interaksi antara sel kanker berkurang bila kadar Ca berkurang pada dinding sel kanker, sehingga terjadi pelepasan sel-sel kanker dari kanker induk. TNBB mengandung kadar Ca yang dapat mencegah proses metastasis dengan cara menghambat pelepasan sel-sel kanker dari sel induknya. Setelah menginvasi matriks ekstra sel, sel kanker dapat lolos dari matriks tersebut setelah matriks dijebol. Untuk menjebol dinding matriks ini sel kanker melepaskan zat proteolitik, yaitu metaloproteinase (MMPs).
K. TNBB mengaktifkan MMPs inhibitor penghambat enzim metaloproteinase sehingga matriks tidak dapat dirusak.
L.TNBB meningkatkan aktivitas sel Natural Killer.
Sel-sel kanker yang bermetastasis yang berhasil menjebol matriks ekstra selular akan menembus kelenjar getah bening atau pembuluh darah. Di dalam pembuluh darah, sel kanker akan mendapat perlawanan dengan sel Natural Killer. Dengan meningkatnya aktivitas sel Natural Killer, sel-sel kanker metastasis akan dihancurkan.
M.TNBB menetralkan pH tubuh, Memulihkan Fungsi dan Struktur Sel
Telah dibahas bahwa konsep penyakit terkini adalah peradangan kronis akibat aktivasi transkip NFkB di tingkat gen akibat stimulai faktor-faktor karsinogen sehingga timbul penyakit kanker. Penyakit kanker akan merusak sistem tubuh, terutama sistem kekebalan dan faktor pertumbuhan yang tidak terkontrol. Pembentukan protein dalam tubuh diperuntukkan untuk pembentukan struktur sel dan enzim sel, di mana kedua hal ini menjalankan fungsi sel termasuk fungsi imunitas dan pertumbuhan sel.


0 komentar